Terlibat Salah Paham, Oknum Polisi Balbal Bangun Marbun

redaksitapanuli 17/04/2013 0

Tampak Bangun Marbun mengalami luka lebam dimuka, saat melakukan visum di RSUD Dolok Sanggul.

DOLOK SANGGUL | Diduga terlibat salah paham, oknum anggota Polres Humbang Hasundutan (Humbahas) berinisal Aiptu JM, bertindak ala preman dan membalbal (memukuli-red) warga, di Mapolsek Dolok Sanggul.
Atas tindakan yang tidak terpuji yang ditunjukkan oknum bintara polisi itu, Bangun Marbun (32), warga Desa Marbun Tonga, Kecamatan Baktiraja itu, terpaksa dilarikan ke RSUD Dolok Sanggul untuk divisum.
Demikian disampaikan saudara korban, Pemilu Marbun (35) kepada wartawan di Dolok Sanggul, Minggu (14/4), usai mendampingi adiknya melakukan visum di RSUD Dolok Sanggul.
Menurut Pemilu, tindakan oknum anggota Polres Humbahas itu, dinilai tindakan diluar hukum. Pasalnya, menurut hasil visum korban menderita luka memar dibagian wajah. Maka, pihaknya akan melaporkan oknum JM ke Propam guna mendapat perlindungan hukum.
“Kami tidak terima atas tindakan yang ditampilkan oknum JM. Kalaulah adik saya terlibat kesalahpahaman, kenapa harus dianiaya sampai luka lebam diwajahnya. Inikah yang namanya Negara hukum,”kata Pemilu dengan nada bertanya.
Sebelumnya, saksi mata, Niko Rajagukguk (35) saat ditanya wartawan mengatakan, awalnya Minggu, (14/4) sekitar pukul 04:00 dini hari, di Kafe Remang Desa Hutaraja, JM dan Bangun Marbun terlibat salahpaham hingga berujung adu mulut dan akhirnya berkelahi.
Usai berkelahi JM pergi, namun kembali lagi dengan beberapa rekannya dan memboyong korban ke Mapolsek Dolok Sanggul.
“Setelah perkelahian di luar kafe, kami pikir masalahnya sudah selesai. Namun beberapa waktu kemudian, JM kembali lagi dan memboyong korban ke Mapolsek Dolok Sanggul,”papar Niko.
Terkait hal itu, Kapolsek Dolok Sanggul melalui Kanit Reskrim Ipda A Parhusip saat dikonfirmasi, membantah semua tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum JM. Sebaliknya, pihaknya menerima laporan anggota Polres Humbahas yang dianiaya di Desa Huta Raja.
“Kita hanya menindaklanjuti laporan dari anggota Polres Humbahas. Untuk sementara, Bangun Marbun telah kita mintai keterangan di Mapolsek Dolok Sanggul. Terbukti atau tidaknya dia dalam penganiayaan itu, tergantung dari hasil pemeriksaan,”terangnya.
@ DIRUJUK KE BALIGE
Setelah menjalani perawatan di RSUD Dolok Sanggul, korban penganiayaan oleh oknum anggota Polres Humbahas, direncanakan akan dirujuk ke RSU Balige Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), guna menjalani perawatan intensif.
Sebab hasil ronsen oleh pihak RSUD Dolok Sanggul, bahwa korban mengalami luka dalam di bagian dada. Hal itu dikatakan keluarga korban, Pemilu Marbun kepada wartawan di RSUD Dolok Sanggul, Senin (15/4).
“Kita hanya menunggu berkas administrasi dari Polsek setempat. Pasalnya, korban ditetapkan sebagai tersangka dalam tindak penganiayaan kepada anggota Polisi. Jadi menurut pihak kepolisian, kita harus mendapatkan surat penangguhan dari Polsek setempat, baru adik saya (korban-red) bisa di rujuk ke RSU Balige,”beber Pemilu Marbun.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Dolok Sanggul, Ipda A Parhusip saat dimintai tanggapannya, memilih enggan berkomentar.
“Masalah ini sudah sampai ke tingkat perwira tinggi (Jendral-red). Jadi masalah informasi harus sesuai dengan petunjuk pimpinan,”katanya singkatnya. (Freddy Hutasoit)

Leave A Response »