27 Saksi Diperiksa di Poldasu dan Rekanan di Lampung

redaksitapanuli 20/08/2013 0

Terkait Dugaan Kasus Dana Alkes RSUD Pandan

MEDAN | Sedikitnya 27 orang saksi diperiksa di Kriminal Khusus (Krimsus) Polisi Daerah Sumatera Utara (Poldasu), terkait dugaan korupsi anggaran dana Alat Kesehatan (Alkes) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandan. Tidak hanya itu, rekanan selaku terlapor dalam kasus Alkes RSUD Pandan, RW diperiksa di Lampung.
      Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Poldasu, Kombes (Pol) Drs Heru Prakoso, saat dikonfirmasi RAKYAT, Senin (19/8), melalui selulernya. Kabid Humas menyebutkan, pihak penyidik masih menunggu hasil audit dari BPKP perwakilan Provinsi Sumut.
      “Kita masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Sumut, dan saksi yang kita periksa sudah mencapai 27 orang. Untuk sementara, rekanan selaku terlapor yaitu RW diperiksa di Lampung,” kata Kombes (Pol) Heru Prakoso.
      Disebutkannya, perkembangan yang didapat oleh pihak penyidik dari Krimsus Poldasu, yakni menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP.
      “Saat ini kita masih kordinasi dengan pihak BPKP, dan sampai saat ini kita masih menunggu hasil perhitungan kerugian keuangan negara dari BPKP,” sahutnya.
      Seperti diketahui, anggaran pengadaan alat kesehatan (Alkes) di RSUD Pandan sendiri bersumber dari dana Anggran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2012 sebesar Rp26.979.650.000,00, dan nilai HPS paket sebesar Rp26.973.000.000,00.
      Kepala Dinas Kesehatan Tapteng, MS dan Direktur RSUD Pandan dr RS, telah diperiksa di Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Poldasu, beberapa waktu lalu. Pemeriksaan yang dilakukan terhadap MS dan dr RS, sebagai saksi dalam kasus dugaan mark-up anggaran alat kesehatan (Alkes) di RSUD Pandan, anggaran tahun 2012, yang disebut-sebut menelan biaya mencapai Rp26 M lebih. (Ali Akbar)

Leave A Response »